Welcome to Hot Tea Cup

Bella's Here!
Saya menuangkan semua apa yang ingin disampaikan seperti cerita, perasaan dan lain-lain.
Tujuan hidup yang lebih kuat dan masa-masa sekolah yang menyenangkan.
Please feel it and enjoy it!

Kamis, 23 Desember 2010

Sunflower Garden part 4* Gretta Gibo

 Padahal ingin menjadi malaikat bagi Nii-Chan, tapi aku tak bisa lagi. Aku hanya menjadi malaikat yang mempunyai sayap kecil sekali. Untuk apa aku ada di sini?Yah, daripada memikirkan itu pula, aku ingin menjalani hidupku. Tak ada satupun yang bisa menghentikan apapun yang aku mau.
Ama-san akhir-akhir ini sering bersamaku karena kita masuk ke klub yang sama dan mendapat kelompok yang sama. Aku agak senang dengannya karena dia baik, tapi dia juga bawel. Aku nggak ngerti ada apa dengannya. Satulagi Otomiya-chan. Orang yang keras kepala sampai aku tidak betah bersama dengannya. Aku harap mereka cepat pergi dari sini, ataukah aku yang harus pergi?

Kalau memang aku ingin menjadi malaikat, kuharap tahun baru aku sudah menjadi malaikat. Menjaga sikapku yang konyol, tidak marah-marah, dan tidak egois. Tapi, apa teman-temanku tak akan merasa risih?Mereka pasti curiga denganku. Dan mereka malah mencurigaiku. Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat


continued..

Mogi-MogiFirst Time i used PhotoShop

 I want to make myself to same like Koge Donbo and Toyama Ema, so i must lesson about coloring with Photoshop for make a cover.. And then, i used Photoshop cs3. This is it!

Selasa, 21 Desember 2010

GDGD-Dogs


Title: GDGD-Dogs
Author: Ema Tooyama
Genre: Comedy, shoujo
Magazine: Aria issue #10
Bonus Factors: Manga artists in-training, reverse-harem, shy girl!

THE GIST: Kanna Tezuka is a super-serious girl who is enrolled in a special “manga artist” course at school. But she has a secret–she’s actually already a manga artist! Her first series is currently running in a manga magazine.
When Kanna comes to her first day of class, she finds that there are three other students enrolled in the manga artist course, and they’re all good-looking guys!!

Unfortunately, Kanna hates interacting with people, and hot guys make her sick. But the three boys know her secret (viva Wikipedia)! Since they all have high goals for becoming manga artists, they ask Kanna to train them. She agrees, if only to get them to keep their mouths shut.

THE CLIFFHANGER: Kanna begins teaching the boys her methods. She says that one must make one’s own pen tip by hand, and squeeze the ink from a squid! The boys are all riled up, ready to do anything, when–aah, man, they’re feeling pretty tired out. Time to quit for the day. Will Kanna be able to teach these impossible students?!

THE PLAYERS: Kanna is pretty boring, as are the three boys– Fumio (the blondie), Fujio (the serious glasses-guy), and Shouta (the one who always looks kind of zoned out)– they work well as a group, but individually they’re quite bland. Though like I said, if you consider all three boys as one character, it’s a good character. They’ve all got their super-high goals (like winning tons of awards, getting their manga made into a movie), and they seem so determined, but they give up at the drop of a hat!
Back to Kanna. She’s a boring character, but she has some moments. For instance, how intense she is about her manga! She’s used as a comedic foil, basically.

THOUGHTS: GDGD-Dogs doesn’t seem like it’s going to shape up to have much of a plot. The chapters are pretty short (about 15 pages each; both chapters 1 and 2 were published in one issue of Aria), so it seems like it might be more of a gag comic?
Nonetheless, it’s a fun concept. I laughed a couple of times. I’m going to stick with it because it’s an Ema Tooyama comic, but overall GDGD-Dogs isn’t as great as I expected it to be. __________________

Sunflower Garden part 3* Gretta Gibo

 Aku merasa kesepian, tidak ada tawa yang membuatku hangat itu. Kini aku kedinginan di bangku-ku. Apa ini? Rasa sedih? Aku harusnya tak mengenal rasa sedih? Inikah rasa hidup itu?Nii-Chan tak sekalipun menatap padaku. Ia sudah terpaku dengan Li-Chan dan kawan-kawannya. Aku sendiri sekarang, duduk dengan berdoa agar mereka semua akrab. Tapi, apakah ini yang aku inginkan? Apakah ini yaang aku harapkan untuk kebahagian Nii-Chan? Aku jadi bingung.
Aku sesekali melirik Nii-Chan, tapi dia tetap tak meliriku. Mungkin itulah yang diharapkan Nii-Chan, berada di sisi temannya yang dulu. Aku merasa bersalah telah berada di samping Nii-Chan selama 3 bulan ini. Setiap aku bertemu dengannya, aku acuhkan dia. karena aku tak mau melihat dia bersama temannya dan meninggalkanku. Tiba-tiba datang Fakushima datang dan menanyaiku, "kenapa nggak bareng sama Niiko?". Aku hanya terdiam, tak tahu harus menjawab apa. Jika aku menjawab "sedang malas", pasti ia akan berpikiran buruk tentangku, tapi jika kubilang "dia sudah menemukan teman baru" nanti Fakushima salah paham. Aku tak tahu harus bagaimana. Aku langsung menjawab "lagi malas", biar saja apa yang dipikirkan Fakushima, yang penting Fakushima tidak jadi membenci Nii-Chan. Aku berbuat seperti itu karena Nii-Chan menyukai Fakushima-sama. Jika Fakushima membenciku, aku tidak masalah. Karena aku tak bermaksud apa-apa dengan dia. Yah, aku tak berminat dengan status 'pacaran', sih. Aku juga belum mengerti tentang ini. Yang penting, impian Nii-Chan sudah terselesaikan dan aku harus mencari tahu rasa apa yang menghantui aku ini.

Continued...

Sunflower Garden part 2* Gretta Gibo


  "Nii-chan takkan meninggalkanku, kan?" Nii-chan hanya tersenyum padaku dan tertawa kecil. Aku yakin, Nii-chan-lah yang akan menjadi sahabatku. Aku akan menjadi malaikat bagi Nii-chan! Kebahagiaan Nii-chan akan kujaga! Selama aku bersama Nii-Chan, aku bercanda dengan Enma-Chan, Fakushima, dan Mika-Chan. Aku bahagia bersama mereka. Aku berbagi dan menyontek bersama mereka. Tapi, suatu hari, Nii-Chan menatap pada Dai-Chan dan Moru-Chan. Aku hanya menunduk kaku dan berfikir yang aneh-aneh. "Mungkinkah itu kebahagiaan Nii-Chan yang sebenarnya? Benarkah itu?" Karena tekadku sudah bulat untuk menjadi malaikat Nii-Chan, aku berusaha mengakrabkan mereka. Mula-mula kutanya soal yang paling susah jawabannya hingga ia harus bertanya pada Li-Chan. Li-Chan memberi tahu jawabannya bahkan mengajari Nii-Chan. Legalah aku, muncul tawa di wajahnya. Walau sedikit sedih, aku tak mau berhenti sampai di sini! Langkah ke-2 aku duduk bersama Mika-Chan agar Nii-Chan tak mendapat tempat duduk. Bukan karena aku benci, tapi untuk membuat Nii-Chan duduk di sebelah Li-Chan. Nii-Chan melihatku duduk dengan Mika-Chan. Nii-Chan langsung meminta duduk di sebelah Li-Chan dan berhasil! Akirnya ia ada dalam lingkaran pertemanan Li-Chan, Dai-Chan, Moru-Chan dan Mike-Chan. Tapi, kenapa aku merasa sedih seperti ini, hatiku seperti mau runtuh. Aku tak bisa duduk dengan tegak, kugenggam kedua tanganku. Aku berkeringat dingin, apakah benar ini yang rasanya sedih itu?

Continued..

Senin, 20 Desember 2010

DiGi Charat nyo!*Koge Donbo


Di Gi Charat Nyo is an alternate universe to the Di Gi Charat franchise. Dejiko and Puchiko arrive at Earth for the first time, and arrange to stay with an aspiring toy store owner. Many of the old gang are back, in different roles/characters, such as Rabi-en-Rose, and others. One thing is for sure -- it still has the same quirky randomness that goes along with the name Di Gi Charat!

Winter Garden

Dejiko is now twenty years old and works part time in a bakery. On her way home on Christmas eve, she slips and drops her cake; but when a young man approaches and switches her spoiled cake for his, Dejiko is unsure how to respond. The young man is Senba Takuo, and their love develops over the next year. But when Dejiko receives a letter from her mother requesting her to come back to her far away home, and after she sees Takuo with another girl, what will become of their relationship?

www.anime-planet.com/

Mogi-mogi 12

  I was not needed in my school, friends no one mempedulikanku. My rating worse than the first. The parents always yell at me. My money constantly borrowed by a friend with a variety of reasons and it turns out he lied to get money! That's a very bad thing for this year. And another thing, it turns out people who I loved like anyone else. Although other people loved words better than loving. Hahaha, I'm stupid, yes. For those who read this, would know that I felt. And please to be my friend. I do not want to be shunned at school more than this! I do not want to! Much more powerful than me, but this is what makes them move away ... If I go back to the past ...

doki-doki 20

wah... dah lama nggak posting di blog!!! kangeeen deh.. karena ada ujian untuk masuk ke SMP favorit... tapi PDM dah selesai.. bebas.. Banzai!!! nah ngomong2x tentang natal dan tahun baru, aku cuma ngerayain taon baru aja... soalny aku muslim.. jadi aku nggak layak merayakan natal... 2 minggu ini aku penuh dengan pelajaran.. jadi sedikit refreshing nggak apa2x dong.. hehehe... karena ada waktu luang jadi buka blog deee..

Merry X-Mas (bagi yang merayakan)and A Happy New Year!!!semoga weekend ni nyenengin!!
P.S. bagi yg nggak ngerayakan selamat aton baru y termasuk aku

Sunflower Garden part 1* Gretta Gibo

  Musim semi datang. Aku tahu, saat aku berada di sisi mereka. Mereka takkan mau menerimaku...
 Namaku Misha Gibo, aku sudah 6 bulan bersekolah di SMP Jinau Sakura. Aku tahu, pasti mereka takkan menerimaku. Aku ingat saat penerimaan siswa 6 bulan yang lalu. Aku hanya terpuruk sendiri bersama Nee-chan. Aku iri karena Nee-chan bisa akrab dengan orang lain di sekelilingnya (walau kata anak-anak, sejak awal dia menyebalkan). Nee-chan berkenalan dengan Lily dan Mike-chan. Aku memberanikan diri untuk berkenalan dan akhirnya mereka akrab denganku. Aku senang, tapi tak lama kemudian, Nee-chan pindah ke kelas lain karena rekomendasi. Aku menjadi sendiri sekarang ini. Aku tak tahu lagi apa yang kulakukan. Nee-chan sudah ada yang menemani di kelasnya. Li-Chan hanya mengatur-aturku. Mike-Chan bermain bersamaku. Tak lama kemudian, Mike-Chan tidak bersamaku lagi, ia bersama teman lain, Daii-chan dan Moru-chan. Otomatis aku hanya berdua dengan Li-chan. Awalnya Li-chan  mengabaikan Mike-chan. Tapi, pada akhirnya, Li-Chan meninggalkanku juga. Sakit, aku tak tahu harus bagaimana. Kulihat Nii-Chan sendiri dan sama terpuruknya dengan aku. Aku mengajak Nii-chan untuk bersamaku. Nii-chan pun mau dengan senang hati. Dan dia bagaikan saudara kembarku, aku akan ingat hari-hari itu. Aku bertekad untuk menjadi malaikat di kelas ini.
 Angin menerpa rambutku, aku menutup mata sambil menggandeng tangan Nii-chan. Aku bersama Nii-chan selalu. Kini, kurasakan merinding di sekujur tubuhku. Dingin... Apakah ini pertanda akanterjadi sesuatu padaku dan Nii-chan setelah sekian lama?

Continued..
Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net