Welcome to Hot Tea Cup

Bella's Here!
Saya menuangkan semua apa yang ingin disampaikan seperti cerita, perasaan dan lain-lain.
Tujuan hidup yang lebih kuat dan masa-masa sekolah yang menyenangkan.
Please feel it and enjoy it!
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Agustus 2011

Sunflower Garden Part*7 Putri Nabila

Nii-chan, Nii-chan.

Apakah sekarang kau mau meninggalkanku lagi?

Hanya karena dua pengganggu bodoh yang memisahkan kita dalam keadaan ini?


Nii-chan tidak sebangku lagi denganku semenjak semester dua. Aku tahu, pasti hal yang membosankan, bukan?
 Saya-chan malah sedang masa-masa ketertarikan dengan lawan jenis saat aku tak mengetahui hal itu.


Apa aku sudah kalah dengan rasa kesepianku?

Like the Rain in The Sky #1

Terakhir kali aku merasakan rasa suka itu.

Ketika aku mengungkapnya...

Perasaan sukaku tumpah dan tak tahu hilang ke mana...

Dan berakhir saat aku kelas 1 SMP...




Selasa, 01 Maret 2011

Sunflower Garden Part*6 Gretta Gibo

Sekarang Mika-chan pergi. Padahal dialah orang yang kusayang  dan sering bersamaku setelah Nii-chan dengan yang lain. aku tak tahu harus berkata apa. Akhirnya aku tutup mulut. Aku jarang tertawa seperti bersama Mika-chan. Aku memasang muka cemberut. Dengan begitu tak akan ada yang duduk di sampingku. Aku tetap merengut. Walau sekarang Mika-chan tak ada, aku hanya mempunyai penghapusnya yang ia pinjamkan dan kertas ulangannya yang kusimpan setelah ia pergi. Nii-chan mengajakku duduk berdua, tetapi aku malas. Dengan malas aku langsung duduk di sebelah Yoka-chan. Walau Yoka-chan membosankan, tapi dia baik hati dan tegar. Kurasa akan aman dari gerutu Nii-chan. Satu hari berlalu. Nii-han tetap bersama teman lainnya. Aku hanya ke perpustakaan dan makan saja selama istirahat. Aku tak tahu apa yang akan terjadi.
Seminggu sudah berlalu sejak Mika-chan pergi. Nii-chan memaksa aku duduk. Kula

Selasa, 04 Januari 2011

Sunflower Garden part 5* Gretta Gibo


     Akhirnya liburan dimulai, aku hanya pergi ke rumah nenekku seperti yang dilakukan setiap tahunnya. Aku bertemu dengan Ran, sepupuku yang tinggal di sana. Setahuku, ia sangat kalem hingga tak mempunyai musuh dan benyak disenangi teman-temannya, jadi kuceritakan saja apa yang kualami sekarang ini. Karena kami sebaya, dan sama-sama perempuan aku tidak sungkan. Saat kuceritakan malam harinya sebelum tidur di kamarnya yang terang dengan tirai kuning yang menutup semua permukaan jendela dan pintu yang menutup rapat. Mungkin ceritaku ini akan aman di sini. "Sebenarnya aku mempunyai 4 sahabat, tapi yang pertama pindah kelas, yang kedua ikut dengan temannya yang lain dan sisanya ikut pertemanan orang yang paling berisik menurutku. Aku menjadi sendiri sekarang. Aku ingin sekali berbaikan, tapi kalau aku bilang yang sejujurnya, pasti mereka marah", ujarku. Diapun menatap bantal yang dipegangnya dan memulai tanggapannya. "Tidak semua orang bisa membuat  rencana yang berjalan sempurna, ada halangannya juga. Aku juga seperti itu". Aku hanya menatap matanya dengan bingung dan terdiam sejenak. Saat aku hendak berbicara, ia tiba-tiba menceritakan masalah persahabatanya sekarang.

Kamis, 23 Desember 2010

Sunflower Garden part 4* Gretta Gibo

 Padahal ingin menjadi malaikat bagi Nii-Chan, tapi aku tak bisa lagi. Aku hanya menjadi malaikat yang mempunyai sayap kecil sekali. Untuk apa aku ada di sini?Yah, daripada memikirkan itu pula, aku ingin menjalani hidupku. Tak ada satupun yang bisa menghentikan apapun yang aku mau.
Ama-san akhir-akhir ini sering bersamaku karena kita masuk ke klub yang sama dan mendapat kelompok yang sama. Aku agak senang dengannya karena dia baik, tapi dia juga bawel. Aku nggak ngerti ada apa dengannya. Satulagi Otomiya-chan. Orang yang keras kepala sampai aku tidak betah bersama dengannya. Aku harap mereka cepat pergi dari sini, ataukah aku yang harus pergi?

Kalau memang aku ingin menjadi malaikat, kuharap tahun baru aku sudah menjadi malaikat. Menjaga sikapku yang konyol, tidak marah-marah, dan tidak egois. Tapi, apa teman-temanku tak akan merasa risih?Mereka pasti curiga denganku. Dan mereka malah mencurigaiku. Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat


continued..

Selasa, 21 Desember 2010

Sunflower Garden part 3* Gretta Gibo

 Aku merasa kesepian, tidak ada tawa yang membuatku hangat itu. Kini aku kedinginan di bangku-ku. Apa ini? Rasa sedih? Aku harusnya tak mengenal rasa sedih? Inikah rasa hidup itu?Nii-Chan tak sekalipun menatap padaku. Ia sudah terpaku dengan Li-Chan dan kawan-kawannya. Aku sendiri sekarang, duduk dengan berdoa agar mereka semua akrab. Tapi, apakah ini yang aku inginkan? Apakah ini yaang aku harapkan untuk kebahagian Nii-Chan? Aku jadi bingung.
Aku sesekali melirik Nii-Chan, tapi dia tetap tak meliriku. Mungkin itulah yang diharapkan Nii-Chan, berada di sisi temannya yang dulu. Aku merasa bersalah telah berada di samping Nii-Chan selama 3 bulan ini. Setiap aku bertemu dengannya, aku acuhkan dia. karena aku tak mau melihat dia bersama temannya dan meninggalkanku. Tiba-tiba datang Fakushima datang dan menanyaiku, "kenapa nggak bareng sama Niiko?". Aku hanya terdiam, tak tahu harus menjawab apa. Jika aku menjawab "sedang malas", pasti ia akan berpikiran buruk tentangku, tapi jika kubilang "dia sudah menemukan teman baru" nanti Fakushima salah paham. Aku tak tahu harus bagaimana. Aku langsung menjawab "lagi malas", biar saja apa yang dipikirkan Fakushima, yang penting Fakushima tidak jadi membenci Nii-Chan. Aku berbuat seperti itu karena Nii-Chan menyukai Fakushima-sama. Jika Fakushima membenciku, aku tidak masalah. Karena aku tak bermaksud apa-apa dengan dia. Yah, aku tak berminat dengan status 'pacaran', sih. Aku juga belum mengerti tentang ini. Yang penting, impian Nii-Chan sudah terselesaikan dan aku harus mencari tahu rasa apa yang menghantui aku ini.

Continued...

Sunflower Garden part 2* Gretta Gibo


  "Nii-chan takkan meninggalkanku, kan?" Nii-chan hanya tersenyum padaku dan tertawa kecil. Aku yakin, Nii-chan-lah yang akan menjadi sahabatku. Aku akan menjadi malaikat bagi Nii-chan! Kebahagiaan Nii-chan akan kujaga! Selama aku bersama Nii-Chan, aku bercanda dengan Enma-Chan, Fakushima, dan Mika-Chan. Aku bahagia bersama mereka. Aku berbagi dan menyontek bersama mereka. Tapi, suatu hari, Nii-Chan menatap pada Dai-Chan dan Moru-Chan. Aku hanya menunduk kaku dan berfikir yang aneh-aneh. "Mungkinkah itu kebahagiaan Nii-Chan yang sebenarnya? Benarkah itu?" Karena tekadku sudah bulat untuk menjadi malaikat Nii-Chan, aku berusaha mengakrabkan mereka. Mula-mula kutanya soal yang paling susah jawabannya hingga ia harus bertanya pada Li-Chan. Li-Chan memberi tahu jawabannya bahkan mengajari Nii-Chan. Legalah aku, muncul tawa di wajahnya. Walau sedikit sedih, aku tak mau berhenti sampai di sini! Langkah ke-2 aku duduk bersama Mika-Chan agar Nii-Chan tak mendapat tempat duduk. Bukan karena aku benci, tapi untuk membuat Nii-Chan duduk di sebelah Li-Chan. Nii-Chan melihatku duduk dengan Mika-Chan. Nii-Chan langsung meminta duduk di sebelah Li-Chan dan berhasil! Akirnya ia ada dalam lingkaran pertemanan Li-Chan, Dai-Chan, Moru-Chan dan Mike-Chan. Tapi, kenapa aku merasa sedih seperti ini, hatiku seperti mau runtuh. Aku tak bisa duduk dengan tegak, kugenggam kedua tanganku. Aku berkeringat dingin, apakah benar ini yang rasanya sedih itu?

Continued..

Senin, 20 Desember 2010

Sunflower Garden part 1* Gretta Gibo

  Musim semi datang. Aku tahu, saat aku berada di sisi mereka. Mereka takkan mau menerimaku...
 Namaku Misha Gibo, aku sudah 6 bulan bersekolah di SMP Jinau Sakura. Aku tahu, pasti mereka takkan menerimaku. Aku ingat saat penerimaan siswa 6 bulan yang lalu. Aku hanya terpuruk sendiri bersama Nee-chan. Aku iri karena Nee-chan bisa akrab dengan orang lain di sekelilingnya (walau kata anak-anak, sejak awal dia menyebalkan). Nee-chan berkenalan dengan Lily dan Mike-chan. Aku memberanikan diri untuk berkenalan dan akhirnya mereka akrab denganku. Aku senang, tapi tak lama kemudian, Nee-chan pindah ke kelas lain karena rekomendasi. Aku menjadi sendiri sekarang ini. Aku tak tahu lagi apa yang kulakukan. Nee-chan sudah ada yang menemani di kelasnya. Li-Chan hanya mengatur-aturku. Mike-Chan bermain bersamaku. Tak lama kemudian, Mike-Chan tidak bersamaku lagi, ia bersama teman lain, Daii-chan dan Moru-chan. Otomatis aku hanya berdua dengan Li-chan. Awalnya Li-chan  mengabaikan Mike-chan. Tapi, pada akhirnya, Li-Chan meninggalkanku juga. Sakit, aku tak tahu harus bagaimana. Kulihat Nii-Chan sendiri dan sama terpuruknya dengan aku. Aku mengajak Nii-chan untuk bersamaku. Nii-chan pun mau dengan senang hati. Dan dia bagaikan saudara kembarku, aku akan ingat hari-hari itu. Aku bertekad untuk menjadi malaikat di kelas ini.
 Angin menerpa rambutku, aku menutup mata sambil menggandeng tangan Nii-chan. Aku bersama Nii-chan selalu. Kini, kurasakan merinding di sekujur tubuhku. Dingin... Apakah ini pertanda akanterjadi sesuatu padaku dan Nii-chan setelah sekian lama?

Continued..
Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net